Laptop Mati Sendiri? Bagaimana Cara Mengatasi dan Penyebabnya

Tidak sulit mengatasi laptop yang mati sendiri selama Anda tahu penyebabnya. Beda pemicu, maka beda pula penanganannya, seperti yang dijelaskan berikut ini.

Laptop mati akibat overheat

Temperatur yang terlalu panas atau overheat menjadi salah satu penyebab matinya laptop yang paling umum terjadi. Tanda-tandanya diawali dengan perangkat yang mendadak restart atau langsung mati saat Anda mengerjakan sesuatu.
Laptop Mati Sendiri? Bagaimana Cara Mengatasi dan Penyebabnya

Permukaan/alas empuk (kasur, kain, atau bantal), sirkulasi yang terganggu, dan udara yang kurang baik adalah beberapa faktor pendukung yang menyebabkan hal tersebut. Bagaimana cara mengatasinya?

Jika masalah ini baru terjadi beberapa kali, maka ubah cara menyimpan atau menempatkan laptop saat hendak digunakan. Tempatkan perangkat di permukaan datar dan keras seperti meja kayu.

Pastikan juga sirkulasi udaranya teratur. Anda dapat membeli cooling pad untuk laptop yang dirancang agar mampu menurunkan suhu panas dan mempercepat peredaran udara.

Laptop mati akibat RAM bermasalah

RAM (Random Access Memory) yang sering mengalami masalah kadang menyebabkan laptop mati sendiri. Walau memori tersebut berada di dalam perangkat, kotoran seperti debu atau partikel-pertikel kecil lainnya dapat masuk dan mengotorinya.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, kotoran tersebut akan menimbulkan kendala pada laptop. Untuk mengatasi laptop yang mati sendiri akibat RAM kotor, maka yang perlu Anda lakukan adalah rutin membersihkan bagian dalam perangkat tersebut.

Anda bisa menggunakan penghapus atau tisu kering saat melakukan pembersihan pada RAM. Selain itu, jangan gunakan laptop di tempat yang banyak debu atau kotor.

Laptop mati akibat pasta prosesor kering

Jika Anda belum tahu, pasta prosesor berperan sebagai penghambat panas yang bisa merambat sampai ke heatsink. Pasta atau thermal processor yang mengering akan memperlancar heatsink yang kemudian berdampak pada performa prosesor. Akibatnya, komponen tersebut akan rusak dan berpotensi membuat laptop sering mati tiba-tiba.

Berbeda dengan RAM yang dapat dibersihkan, thermal processor yang sudah terlanjur kering harus Anda ganti. Pasta tersebut tersedia di toko komputer atau perangkat elektronik lain dan dibanderol mulai Rp100.000. Untuk pengaplikasiannya, Anda harus mengoleskan pasta ini secara merata di bawah kipas yang terdapat pada prosesor.

Laptop mati akibat mainboard usang

Disebut pula dengan motherboard, mainboard memegang peran penting pada laptop. Tanpa komponen ini, mustahil bagi Anda untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan (multitasking). Sayangnya, mainboard yang jarang diperbarui atau terlalu usang, sementara sering digunakan, akan menimbulkan beragam masalah.

Salah satunya laptop yang crash mendadak. Supaya kejadian buruk tersebut tidak terjadi, Anda harus segera memperbarui motherboard sebagai langkah mengatasi laptop yang mati sendiri.

Menyesuaikan pekerjaan dengan spesifikasi mainboard pun dapat diterapkan, hanya saja cara ini agak mustahil. Hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi pada software yang membutuhkan spesifikasi yang lebih unggul.

Laptop mati akibat sering main game

Masalah ini biasanya dialami para gamers yang menggunakan laptop non-gaming untuk memainkan game yang bobotnya dapat memberatkan komponen perangkat. Berbeda dari laptop biasa, laptop yang dirancang untuk gaming mempunyai spesifikasi khusus.

Faktor tersebut yang membuatnya kuat bertahan meski dipakai selama berjam-jam. Jika Anda memaksakan laptop biasa untuk keperluan gaming, maka perangkat tersebut jelas akan cepat rusak termasuk di antaranya mati mendadak.

Jadi, akan lebih baik kalau Anda mengetahui kemampuan laptop sesuai spesifikasinya. Dengan begitu, perangkat tidak akan sering bermasalah dan membuatnya harus masuk ke tempat servis.

Laptop mati akibat baterai habis

Kasus ini pasti sering dialami pemakai laptop yang keasyikan bekerja atau bermain tanpa memperhatikan suplai daya pada perangkat mereka. Akibatnya, laptop mendadak mati di tengah pekerjaan penting.

Pada umumnya, laptop akan memberikan pemberitahuan kalau baterai harus segera diisi saat dayanya sudah di tingkat 15%. Cara menangani masalah ini tidaklah sulit. Ketika notifikasi untuk pengisian daya muncul, Anda harus segera sambungkan laptop dengan sumber listrik terdekat.
Jangan menunggu sampai baterai menyentuh persentasi di bawah 10%. Jika kebiasaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu lama, maka mengatasi laptop yang mati sendiri pun akan sulit.

0 Response to "Laptop Mati Sendiri? Bagaimana Cara Mengatasi dan Penyebabnya"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan bertanya sesuai topik pembahasan