Hukum Bacaan Mad dan Contohnya Secara Lengkap

Salah satu amalan harian yang harusnya selalu dilakukan oleh setiap umat muslim adalah mengaji, untuk itu ada baiknya kita selalu mengaji setiap hari dengan tata cara bacaan yang baik dan benar, setidaknya berusaha mendekati sempurna walaupun tidak sempurna. Oleh karena itu marilah pada kesempatan kali ini kita membahas mengenai hukum bacaan Mad dan contohnya secara lengkap supaya proses mengaji dan menimba ilmu agama Anda semakin sempurna.

Inilah Hukum Bacaan Mad dan Contohnya Secara Lengkap

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pengertian Mad ialah panjangnya huruf Al-Quram karena bertemu dengan salah satu dari huruf Mad tersebut, yaitu wawu (و), hamzah (ء), dan ya’ (ي). Sedangkan panjangnya tergandung dari seperti apa Mad yang ada. Lalu untuk lebih jelasnya mengenai kelima belas bacaan Mad yang ada langsung saja Anda simak ulasan berikut ini.

Hukum Bacaan Mad dan Contohnya Secara Lengkap


1. Mad Thabi’i



Apabila ada ا (alif) yang terletak sesudah fathah atau ي (ya’ sukun) sesudah kasrah atau و (wawu) sesudah dhammah maka hukum bacaan tersebut adalah mad thabi’i. Mad artinya ialah panjang dan thabi’i artinya biasa, jadi kesimpulannya Anda harus membaca sepanjang dua harakat. Contohnya seperti كتَا بٌ - يَقُوْلُ - سمِيْعٌ


2.  Mad Wajib Muttashil



Untuk Mad wajib Muttashil ini apabila kondisinya Mad Thabi’i bertemu dengan ء (hamzah) dalam satu kalimat maka cara membacanya adalah sepanjang 5 harakat.

Contohnya seperti سَوَآءٌجِيْءَ


3.  Mad Jaiz Munfashil



Apabila Mad Thabi’i bertemu dengan ء (hamzah) namun hamzah tersebut berada pada lain kalimat maka itu artinya adalah munfashil atau terpisah, yang mana cara membacanya adalah sepanjang 5 harakat atau juga boleh Anda baca dengan panjang hanya 2 harakat saja.

Contohnya seperti ini,  وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

4.  Mad Lazim mutsaqqal Kilmi


Ketika ada Mad Thabi’i bertemu dengan tasydid yang ada didalam satu kata maka cara pembacaannya adalah dengan panjang 6 harakat.

Sedang untuk contohnya ialah seperti ini, : وَﻻَالضَّآلِّينَ اَلصّاخَةُ


5. Mad Lazim Mukhaffaf kilmi



Ketika Mad Thabi’i bertemu dengan sukun (huruf mati) maka cara membacanya ialah dengan panjang 6 harokat.

Contohnya ialah seperti ini, آﻻَن


6.  Mad Layyin



Ketika ada و (Wauw sukun) atau ي (Ya’ sukun) tetapi pada huruf sebelumnya adalah berharokat fathah maka secara otomatis cara pembacaannya ialah lemas dan lunak saja.

Contohnya ialah seperti ini, رَيْبٌ خَوْف


7. Mad ‘Aridl Lissukun


Ketika ada pemberhentian atau waqaf sedangkan sebelum waqaf tersebut ada Mad Lein atau Mad Thobi’i maka cara pembacaannya bisa sepanjang 6 harakat, bisa juga sepanjang 4 harakat, atau juga bisa dipanjang sepanjang 2 harakat.

Contohnya ialah seperti ini, بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ   


8. Mad Shilah Qashirah


Ketika ada ﻪ (haa dhmair) sedangkan sebelumnya telah ada satu huruf yang hidup (ada harakatnya) maka cara pembacaannya ialah harus sepanjang 2 harakat.

Contohnya ialah seperti ini, اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ

9.  Mad Shilah Thawilah


Apabila Anda menemui Mad Qashirah yang bertemu dengan huruf ء (hamzah) maka cara pembacaannya harus Anda baca sepanjang 5 atau bisa juga 2 harokat.

Contohnya ialah seperti ini, عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

10. Mad Iwadl


Ketika pada akhir kalimat ada fathatain yang jatuh di waqaf Anda harus membacanya sepanjang 2 harakat saja.

Contohnya ialah seperti ini, سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

11. Mad Badal

Jika ada Hamzah yang bertemu bersama Mad, saat itu Anda harus membacanya sepanjang 2 harakat.

Contohnya ialah seperti ini, آدَمَ إيْماَنٌ

12. Mad Lazim Harfi Musyabba’


Ketika pada permulaan surah Al-Quran ada salah satu diantara huruf-huruf ini:
ع م ل ك س ق ص ن
maka Anda harus membacanya sepanjang 6 harokat.

Contohnya ialah seperti ini, وَالقلَم آلم ن يس

13.  Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Ketika pada permulaan surah Al-Qur’an ada salah satu diantara huruf-huruf ini:
ﻫ ي ر ح ط
Maka Anda harus membacanya sepanjang 2 harokat.

Contohnya ialah seperti ini, حم الم

14. Mad Tamkin

Ketika ya’ sukun yang mana didahului oleh ya’ dengan tasydid dan memiliki harokat kasro maka cara membacanya sepanjang 2 harakat.
Contohnya ialah seperti ini, النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ

15. Mad Farq

Ketika dua hamzah bertemu yang mana satu hamzah-nya istifham dan yang hamzah kedua adalah washol maka dibagian lam alif marifat harus Anda baca sepanjang 6 harakat.

Contohnya ialah seperti ini, قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ


Demikianlah informasi yang bisa kami bagikan seputar hukum bacaan Mad dan contohnya secara lengkap, semoga bermanfaat.


Kata kunci pencarian:

▪ bacaan mad adalah bacaan yang harus dibaca
▪ hukum bacaan mad contohnya
▪ hukum bacaan mad wajib muttasil
▪ hukum bacaan mad jaiz munfasil
▪ hukum bacaan mad thabi'i
▪ hukum bacaan mad iwad
▪ hukum bacaan mad layyin
▪ hukum bacaan mad badal
▪ hukum bacaan mad far'i
▪ hukum bacaan mad dan contohnya
▪ hukum bacaan mad arid lissukun
▪ hukum bacaan mad beserta contohnya
▪ hukum bacaan mad beserta penjelasan
▪ hukum bacaan mad beserta penjelasan dan contohnya
▪ hukum bacaan mad dan cara membacanya
▪ secara garis besar hukum bacaan mad dapat dibagi menjadi
▪ contoh mad badal beserta suratnya

0 Response to "Hukum Bacaan Mad dan Contohnya Secara Lengkap"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan bertanya sesuai topik pembahasan